- Minyak Cengkeh. Oleskan Minyak Cengkeh Ke gigi Yang berlubang. Cengkeh Punya manfaat antiseptik untuk membunuh kuman.
- Bawang putih. Jangan pedulikan bau kurang sedapnya. Bawang putih efetif mengurangi Sakit gigi Dan Gusi bengkak. CARANYA, haluskan bawang putih Satu Siung Bersama garam, Lalu tempelkan di tempat Yang Sakit. Rasanya agak Pedas Dan Panas, TAPI mujarab.
- Bawang merah. Sama saling melengkapi bawang putih, bawang merah juga Punya Zat antiseptik. Kunyahlah Satu Siung bawang merah untuk membunuh kuman di mulut secara merata. Kalau ADA gigi atau Gusi Yang Sakit, fokuskan untuk melumatkan bawang merah di tempat Yang Sakit. BISA juga, nama dan Kembali haluskan bawang merah dulu sebelum dipakai.
- Alpukat. Selain enak dijadikan jus, alpukat BISA mengurangi rasa Sakit di gigi. Cukup Satu sangrai biji alpukat, haluskan, Dan jadikan bubuk Mencari Google Artikel ditumbuk. Pemakaiannya Mencari Google Artikel memasukkan bubuk tersebut PADA gigi Yang lobang.
- Cabai Hijau. perlu mengunyahnya untuk meredakan Sakit gigi. Cukup potong sedikit Ujung cabai, dibakar, Dan tempelkan Ke gigi Yang bermasalah saat cabai besuhu Hangat. Pemakaiannya doa Kali sehari sampai Sakit Reda.
Rabu, 12 Juni 2013
OBAT SAKIT GIGI ALAMI
Untuk meredakan rasa Diperbaiki Sakit inisial, nama dan Kembali BISA memakai Cara Mengobati Sakit gigi secara tradisional. Selain bahasa Dari Obat Bebas KIMIA, cara memeroleh bahannya pun gampang.
EFEK OBAT ASPIRIN PADA ANAK
ASPIRIN yang dikenal sebagai obat pereda nyeri (analgesik), anti-inflamasi (antiperadangan), dan penurun demam (antipiretik) tidak dianjurkan untuk anak-anak. Obat itu menimbulkan sindrom Reye.
Para dokter kini tidak meresepkan aspirin (salisilat) untuk menurunkan demam pada anak-anak. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) beberapa waktu lalu merekomendasikan agar aspirin, juga berbagai produk yang mengandung aspirin (asetilsalisilat, asetilsalisilik, asam salisilik), tidak diberikan kepada anak berusia kurang dari 19 tahun.
Aspirin, kata Tatang, bisa merusak fungsi hati (liver) sehingga menimbulkan sindrom Reye. Untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam pada anak-anak, saat ini dianjurkan parasetamol (asetaminofen) karena efek sampingnya rendah dan harganya terjangkau.
"Zaman dahulu, aspirin banyak digunakan dan dianggap sebagai obat yang cukup ampuh, tetapi kemudian dilaporkan kejadian sindrom Reye karena aspirin. Paracelatamol saat ini menjadi pilihan utama, namun dosisnya juga harus diperhatikan,
Sindrom Reye
Tatang menyebutkan, sindrom Reye tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Sindrom itu disebabkan oleh aspirin dan berbagai virus, seperti virus influenza, virus cacar air, maupun virus yang menyebabkan diare.
Organ tubuh yang banyak diserang virus adalah liver dan otak dengan gejala demam tinggi, kejang, tidak sadar, dan diare.
Jika ada orang yang demam, kejang, atau diare secara bergantian sehari sampai dua hari, sebaiknya memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan untuk memastikan apakah mengidap sindrom Reye atau hanya demam biasa. Itu bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan biopsi liver.
Pemeriksaan darah secara umum dan fungsi hati tidak sulit dilakukan di Indonesia. Tetapi, pemeriksaan kadar amoniak (NH3) sulit dilakukan karena peralatan yang terbatas. Kadar amoniak yang tinggi di dalam darah membuat seseorang kejang. Sedangkan biopsi liver untuk memastikan sindrom Reye dilakukan bekerja sama dengan pihak Singapura.
"Setiap tahun, ada kasus sindrom Reye meskipun kejadiannya tidak tinggi. Sindrom Reye, jika diobati, bisa sembuh total. Tetapi ada yang sembuh, namun karena otak sudah rusak, lalu timbul kecacatan, misalnya sulit bicara. Yang perlu diketahui, tidak setiap cacar atau influenza menimbulkan sindrom Reye," ujarnya.
Parasetamol
Sementara itu, ahli biokimia dari Universitas Nasional, Dr Ernawati Sinaga Apt, menuturkan beberapa obat untuk anak-anak masih mengandung salisilat.
Aspirin bersifat mengencerkan darah sehingga orang yang mengalami masalah pada saluran cerna (maag) tidak dianjurkan meminumnya, kecuali jika dalam bentuk mikrogranulasi. Aspirin dibalut sehingga tidak pecah di lambung dan diserap di usus.
Menurut Sinaga, karena sifatnya mengencerkan darah, aspirin banyak digunakan sebagai obat penyakit jantung koroner dan penyakit rematik.
Demikian juga dengan parasetamol, dipakai untuk terapi rematik. Pemakaian aspirin sebagai obat rematik, ujar Tatang, perlu diawasi. Sedangkan parasetamol tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami gangguan fungsi liver.
Selain aspirin dan parasetamol, ibuprofen (obat antiradang bersifat nonsteroid) juga dipakai pada anak-anak untuk menurunkan demam dan pereda nyeri.
Untuk anak-anak, dosis parasetamol berkisar 10-15 miligram/kilogram berat badan. Meminum sekaligus lebih dari sepuluh kali dosis yang dianjurkan bisa meracuni (merusak) hati.
Parasetamol dapat diberikan secara oral, rektal (dubur), dan pre-obat parenteral (melalui pembuluh darah) yang kerap digunakan pascaoperasi.
Jika diberikan secara oral (tablet dan cairan), obat itu diserap cepat di usus halus dengan bioavailabilitas berkisar 85 sampai 98 persen.
Dengan waktu paro tiga sampai empat jam, akumulasi tidak terjadi pada dosis yang dianjurkan.
Oleh karena itu penggunaan aspirin sangat tidak dianjurkan terhadap anak.
Para dokter kini tidak meresepkan aspirin (salisilat) untuk menurunkan demam pada anak-anak. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) beberapa waktu lalu merekomendasikan agar aspirin, juga berbagai produk yang mengandung aspirin (asetilsalisilat, asetilsalisilik, asam salisilik), tidak diberikan kepada anak berusia kurang dari 19 tahun.
Aspirin, kata Tatang, bisa merusak fungsi hati (liver) sehingga menimbulkan sindrom Reye. Untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam pada anak-anak, saat ini dianjurkan parasetamol (asetaminofen) karena efek sampingnya rendah dan harganya terjangkau.
"Zaman dahulu, aspirin banyak digunakan dan dianggap sebagai obat yang cukup ampuh, tetapi kemudian dilaporkan kejadian sindrom Reye karena aspirin. Paracelatamol saat ini menjadi pilihan utama, namun dosisnya juga harus diperhatikan,
Sindrom Reye
Tatang menyebutkan, sindrom Reye tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Sindrom itu disebabkan oleh aspirin dan berbagai virus, seperti virus influenza, virus cacar air, maupun virus yang menyebabkan diare.
Organ tubuh yang banyak diserang virus adalah liver dan otak dengan gejala demam tinggi, kejang, tidak sadar, dan diare.
Jika ada orang yang demam, kejang, atau diare secara bergantian sehari sampai dua hari, sebaiknya memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan untuk memastikan apakah mengidap sindrom Reye atau hanya demam biasa. Itu bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan biopsi liver.
Pemeriksaan darah secara umum dan fungsi hati tidak sulit dilakukan di Indonesia. Tetapi, pemeriksaan kadar amoniak (NH3) sulit dilakukan karena peralatan yang terbatas. Kadar amoniak yang tinggi di dalam darah membuat seseorang kejang. Sedangkan biopsi liver untuk memastikan sindrom Reye dilakukan bekerja sama dengan pihak Singapura.
"Setiap tahun, ada kasus sindrom Reye meskipun kejadiannya tidak tinggi. Sindrom Reye, jika diobati, bisa sembuh total. Tetapi ada yang sembuh, namun karena otak sudah rusak, lalu timbul kecacatan, misalnya sulit bicara. Yang perlu diketahui, tidak setiap cacar atau influenza menimbulkan sindrom Reye," ujarnya.
Parasetamol
Sementara itu, ahli biokimia dari Universitas Nasional, Dr Ernawati Sinaga Apt, menuturkan beberapa obat untuk anak-anak masih mengandung salisilat.
Aspirin bersifat mengencerkan darah sehingga orang yang mengalami masalah pada saluran cerna (maag) tidak dianjurkan meminumnya, kecuali jika dalam bentuk mikrogranulasi. Aspirin dibalut sehingga tidak pecah di lambung dan diserap di usus.
Menurut Sinaga, karena sifatnya mengencerkan darah, aspirin banyak digunakan sebagai obat penyakit jantung koroner dan penyakit rematik.
Demikian juga dengan parasetamol, dipakai untuk terapi rematik. Pemakaian aspirin sebagai obat rematik, ujar Tatang, perlu diawasi. Sedangkan parasetamol tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami gangguan fungsi liver.
Selain aspirin dan parasetamol, ibuprofen (obat antiradang bersifat nonsteroid) juga dipakai pada anak-anak untuk menurunkan demam dan pereda nyeri.
Untuk anak-anak, dosis parasetamol berkisar 10-15 miligram/kilogram berat badan. Meminum sekaligus lebih dari sepuluh kali dosis yang dianjurkan bisa meracuni (merusak) hati.
Parasetamol dapat diberikan secara oral, rektal (dubur), dan pre-obat parenteral (melalui pembuluh darah) yang kerap digunakan pascaoperasi.
Jika diberikan secara oral (tablet dan cairan), obat itu diserap cepat di usus halus dengan bioavailabilitas berkisar 85 sampai 98 persen.
Dengan waktu paro tiga sampai empat jam, akumulasi tidak terjadi pada dosis yang dianjurkan.
Oleh karena itu penggunaan aspirin sangat tidak dianjurkan terhadap anak.
Obatan Kesuburan Ternyata Memiliki Risiko Terhadap Janin
Penggunaan obat-obatan kesuburan ternyata memiliki risiko
terhadap janin. Sebuah riset terbaru para ilmuwan mengindikasikan,
orang tua yang menggunakan obat kesuburan berisiko dua kali lipat
memiliki anak dengan leukemia.
Menurut ilmuwan, seorang ibu yang menjalani terapi obat-obatan perangsang ovarium 2,6 kali lebih mungkin memiliki anak yang menderita sakit acute lymphoblastic leukemia (ALL), jenis paling umum dari leukimia. Bahkan, risiko mereka untuk memiliki anak dengan leukemia myeloid akut (AML) meningkat sekitar 2,3 kali lipat. AML merupakan kanker yang menyebar dengan cepat di dalam darah dan sumsum tulang.
Menurut peneliti, anak-anak yang dikandung secara alami (tanpa bantuan) memiliki kemungkinan lebih besar mengidap leukimia. Tetapi peningkatan risiko leukimia tidak terlihat pada anak yang dikandung dengan pembuahan bantuan seperti fertilisasi in-vitro (IVF) atau inseminasi buatan. Meski begitu, para ilmuwan Prancis belum dapat sepenuhnya menjelaskan temuan mereka terkait hubungan khusus antara penggunaan obat kesuburan dan leukimia.
Riset ini dipimpin oleh Dr Jeremie Rudant, dari Pusat Penelitian Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk di lembaga penelitian Perancis INSERM.Temuan ini dipresentasikan pada Childhood Cancer 2012 Conference di London.
Dalam risetnya, peneliti melibatkan sebanyak 2.445 anak-anak dan ibu asal Prancis, yang terdiri dari 764 anak yang telah didiagnosis dengan leukemia dan 1.681 lainnya bebas dari penyakit itu. Para ibu ditanya apakah mereka menjalani terapi pengobatan lebih dari satu tahun untuk hamil dan juga mempertanyakan tentang metode perawatan yang mereka terima.
Setiap tahunnya ada sekitar 44.000 siklus pengobatan kesuburan dilakukan di Inggris. Penggunaan teknologi kesuburan cenderung menunjukkan peningkatan di seluruh dunia. Tahun 2007 di Inggris misalnya, 1,8 persen dari semua kelahiran hidup diperoleh melalui perawatan kesuburan. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan pada tahun1992 yang hanya 0,5 persen.
Peneliti mengatakan, meskipun ada risiko yang signifikan, tetapi jumlah anak yang mengalami leukemia dari ibu mereka yang menjalani perawatan kesuburan masih sangat kecil.
Ada sekitar 400 kasus leukimia yang didiagnosis setiap tahun di Inggris. Leukimia dapat mempengaruhi anak-anak dari segala usia tetapi paling sering terjadi pada anak usia satu dan empat tahun. Leukimia juga lebih cenderung mempengaruhi anak laki-laki ketimbang anak perempuan.
Menurut ilmuwan, seorang ibu yang menjalani terapi obat-obatan perangsang ovarium 2,6 kali lebih mungkin memiliki anak yang menderita sakit acute lymphoblastic leukemia (ALL), jenis paling umum dari leukimia. Bahkan, risiko mereka untuk memiliki anak dengan leukemia myeloid akut (AML) meningkat sekitar 2,3 kali lipat. AML merupakan kanker yang menyebar dengan cepat di dalam darah dan sumsum tulang.
Menurut peneliti, anak-anak yang dikandung secara alami (tanpa bantuan) memiliki kemungkinan lebih besar mengidap leukimia. Tetapi peningkatan risiko leukimia tidak terlihat pada anak yang dikandung dengan pembuahan bantuan seperti fertilisasi in-vitro (IVF) atau inseminasi buatan. Meski begitu, para ilmuwan Prancis belum dapat sepenuhnya menjelaskan temuan mereka terkait hubungan khusus antara penggunaan obat kesuburan dan leukimia.
Riset ini dipimpin oleh Dr Jeremie Rudant, dari Pusat Penelitian Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk di lembaga penelitian Perancis INSERM.Temuan ini dipresentasikan pada Childhood Cancer 2012 Conference di London.
Dalam risetnya, peneliti melibatkan sebanyak 2.445 anak-anak dan ibu asal Prancis, yang terdiri dari 764 anak yang telah didiagnosis dengan leukemia dan 1.681 lainnya bebas dari penyakit itu. Para ibu ditanya apakah mereka menjalani terapi pengobatan lebih dari satu tahun untuk hamil dan juga mempertanyakan tentang metode perawatan yang mereka terima.
Setiap tahunnya ada sekitar 44.000 siklus pengobatan kesuburan dilakukan di Inggris. Penggunaan teknologi kesuburan cenderung menunjukkan peningkatan di seluruh dunia. Tahun 2007 di Inggris misalnya, 1,8 persen dari semua kelahiran hidup diperoleh melalui perawatan kesuburan. Jumlah ini jauh lebih besar jika dibandingkan pada tahun1992 yang hanya 0,5 persen.
Peneliti mengatakan, meskipun ada risiko yang signifikan, tetapi jumlah anak yang mengalami leukemia dari ibu mereka yang menjalani perawatan kesuburan masih sangat kecil.
Ada sekitar 400 kasus leukimia yang didiagnosis setiap tahun di Inggris. Leukimia dapat mempengaruhi anak-anak dari segala usia tetapi paling sering terjadi pada anak usia satu dan empat tahun. Leukimia juga lebih cenderung mempengaruhi anak laki-laki ketimbang anak perempuan.
Mengapa Seseorang Tertawa Saat Digelitik?
Respon kebanyakan orang pasti merasa
geli dan tertawa ketika digelitik. Kenapa bisa begitu? Ternyata ada
bagian dari otak yang mengaktifkan area tertentu sehingga membuat
seseorang tertawa saat digelitik.
Di dalam sebuah penelitian, sekitar 30 pria dan wanita berusia 20-an
dilibatkan untuk digelitik kakinya oleh temannya. Otak para responden
tersebut kemudian dipindai dengan fMRI oleh peneliti. Secara terpisah,
responden juga diminta tertawa secara sukarela tanpa ada rangsangan
berupa gelitikan atau gurauan tertentu. Otak mereka kemudian dipindai
lagi.
Dari situ ditemukan bahwa tertawa akibat digelitik dan tertawa karena
sukarela diaktifkan oleh otak di bagian bernama Rolandic operculum.
Lokasinya terletak di korteks sensor motorik yang melibatkan pergerakan
pada wajah. Kedua bentuk tertawa tersebut juga berkaitan dengan
aktivitas dalam otak yang melibatkan reaksi emosional, misalnya
menangis.
Meskipun demikian, hanya tertawa akibat digelitik saja yang mengaktifkan
hypothalamus - bagian otak yang terlibat dalam berbagai fungsi
regulasi, termasuk reaksi organ tubuh. Tertawa akibat digelitik juga
mengaktifkan bagian otak yang mengantisipasi rasa sakit. Sehingga ketika
digelitik, seseorang secara otomatis akan memberikan reaksi defensif
atau pembelaan diri.
Tertawa akibat digelitik seolah sama seperti tertawa karena sebuah
humor. Namun tertawa karena sebuah humor lebih melibatkan fungsi otak di
bagian yang lebih tinggi bernama nucleus accumbens - bagian otak yang
berfungsi seperti pusat kesenangan. Sementara tertawa akibat digelitik
tidak menyentuh bagian tersebut.
Sebagaimana dilansir dari My Health News Daily, detail hasil penelitian
tersebut pun dilaporkan dalam jurnal Cerebral Cortex. Peneliti dari
University of Greifswald di Jerman dan University of Fribourg dan
University of Basel di Swiss adalah para ahli yang melakukan studi
tersebut.
Melihat kondisi kesehatan berdasarkan bulan
Sudah menjadi pengetahuan umum, orang lebih mudah tertular flu di musim
hujan daripada musim panas. Tapi sebuah penelitian yang dilakukan Roger
Dobson mengungkapkan, ada waktu tertentu sepanjang tahun yang
memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Misalnya, pasien yang
melakukan operasi di bulan Maret memiliki peluang hidup lebih tinggi.
Ini terbukti dari studi terhadap lebih dari 200 ribu penderita kanker paru-paru yang dioperasi.
Berikut pengaruh bulan terhadap kesehatan seseorang, dikutip dari Daily Mail.
Berikut pengaruh bulan terhadap kesehatan seseorang, dikutip dari Daily Mail.
- Januari
Peningkatan kadar kolesterol, penyakit gusi dan tingginya kematian Kolesterol jahat dan trigliserida (lemak dalam darah terkait dengan penyakit jantung mencapai puncak pada Januari dan Desember, menurut laporan Harvard University. Sedangkan kolesterol tubuh mencapai level terendah pada bulan yang memiliki cuaca panas. Studi lain menyebut, 22 persen orang mengalami kolesterol tinggi pada musim dingin, namun tidak terdiagnosis saat musim panas. Alasan dari hal ini belum diketahui pasti. Namun sebuah teori mengungkap, udara panas meningkatkan aktivitas fisik dan meningkatkan cairan dalam aliran darah yang mengencerkan kolesterol. Bulan ini juga merupakan puncak kematian dengan berbagai sebab. Hal ini dikaitkan akibat kurangnya kekebalan tubuh. Studi menunjukkan sel T, bagian penting dari kekebalan tubuh berada pada tingkat terendah di bulan ini. - Februari
Risiko lebih besar mengalami ablasi retina Bulan ini, risiko lapisan retina yang peka cahaya di belakang tertarik dari pembuluh darah yang menyediakan suplai darah. Hal ini bisa menyebabkan kondisi serius yang bisa menyebabkan kebutaan. Sebuah studi RS Princess Margaret, Swindon, menemukan ada peningkatan 40 persen dalam risiko ablasi retina pada cuaca dingin yang membuat retina lebih rentan. Seperti dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility, jumlah sperma yang diproduksi mencapai angka tertinggi pada Februari dan Maret, sedangkan terendah pada September. - Maret
Puncak serangan dingin Pasien yang dirawat di musim dingin mengalami risiko kematian 33 persen. Bulan Maret dan April memiliki risiko serangan gangguan dingin, serupa dengan lonjakan pada Agustus. Kekebalan tubuh yang menurun menjadi penyebabnya. Sedangkan di bulan Agustus, intensitas sinar matahari yang mulai berkurang juga dapat mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh. Meski begitu, Maret merupakan salah satu waktu yang paling baik untuk operasi. Pasien kanker paru-paru yang dioperasi bulan ini memiliki harapan hidup lebih tinggi. Namun risiko kematian bagi penderita serangan dingin dan bypass jantung mencapai 33 persen. - April
Peningkatan risiko sakit kepala klaster Sakit kepala klaster berkaitan dengan hipotalamus, daerah otak yang mengontrol jam tubuh dan fluktuasi hormon. Bulan yang mulai menghangat dan mencapai puncak pada September meningkatkan risiko seseorang terkena sakit kepala klaster. "Pasien yang dirujuk ke klinik sakit kepala, khususnya sakit kepala cluster dengan kondisi paling parah meningkat di bulan ini," kata Dr Nicholas Silver, seorang ahli saraf di Liverpool Walton Centre. - Mei
Meningkatnya penyakit inflamasi usus dan multiple sclerosis Gejala IBS seperti diare dan sembelit lebih sering terjadi saat udara hangat pada musim semi dan musim panas. Pada pasien dengan penyakit Crohn, 59 persen mengalaminya IBS saat musim panas dibanding musim gugur dan musim dingin. Mereka juga mengalami inflamasi usus 27 persen lebih tinggi. Infeksi dan perubahan musiman memengaruhi fungsi kekebalan tubuh. Multiple sclerosis rentan kambuh tiga kali lebih sering pada Mei daripada September, menurut studi di University of Ferrara, Italia. Hal ini mungkin karena perubahan musiman dalam sistem kekebalan tubuh. - Juni. Penurunan tekanan darah
Dokter yang melakukan studi terhadap 8 ribu orang di tiga kota Prancis menemukan, tekanan darah tinggi pada lanjut usia lebih banyak terjadi di musim dingin. Profesor Frank Ruschitzka, dari University Hospital Zurich, mengatakan, sumber vitamin D yang banyak di musim panas mengaktifkan hormon yang mengatur tekanan darah. - Juli
Luka di kaki dan radang usus buntu meningkat Luka di bagian kaki lebih banyak terjadi di musim dengan cuaca hangat. Pengobatan dan penyembuhannya juga lebih lambat. "Variasi musiman mungkin memengaruhi sistem kekebalan tubuh," tulis para peneliti dalam jurnal Phlebology. Risiko usus buntu (apendisitis) akut tercatat tertinggi pada bulan Juli, berdasar studi dari 1.300 kasus di Ferrara, Italia. - Agustus
Kadar PSA lebih tinggi dan pegobatan kanker yang lebih baik Tingkat antigen khusus prostat (PSA) yang terkait dengan penyakit prostat memiliki kadar lebih tinggi pada bulan ini. Laporan jurnal Urologi Eropa menyebut, hal ini munngkin berhubungan dengan vitamin D. Sebuah studi terhadap lebih dari satu juta pasien kanker di Inggris menunjukkan mereka yang didiagnosis di musim panas dan musim gugur mungkin akan bertahan lebih lama. Sinar matahari sangat penting untuk produksi vitamin D, dan bukti-bukti menunjukkan vitamin mungkin memiliki peran dalam menghentikan pertumbuhan tumor. - September
Gejala asma memburuk Kasus asma yang diderita anak-anak meningkat selama empat minggu dalam bulan September, menurut penelitian yang dilaporkan dalam Kesehatan Masyarakat - Oktober
Sakit maag, arthritis dan jerawat memburuk Bulan ini adalah waktu puncak untuk rawat inap untuk tukak lambung, sementara Agustus merupakan yang terendah kondisi maag. Sebuah studi di Russian Academy of Medical Science menemukan, melatonin atau hormon tidur sebagai pemicunya. Rheumatoid arthritis dan penyakit auto-imun, juga dua kali lebih sering terjadi di bulan Oktober-Maret daripada waktu lainnya. - November
Memburuknya penyakit paru-paru, gejala psoriasis, dan puncak baby blues Studi di Swedia menemukan dari wanita yang melahirkan dalam tiga bulan terakhir dalam kalender lebih cenderung mengalami baby blues pada November. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) juga dua kali lebih buruk saat musim dingin, menurut studi Woolcock Institute di Sydney. Bulan November ternyata merupakan waktu puncak seseorang mengalami psoriasis. Sebuah studi di India menunjukkan bahwa 42 persen pasien psoriasis memburuk selama musim dingin. Perbedaan cahaya ultraviolet mungkin bertanggung jawab dalam kondisi kesehatan ini. - Desember
Waktu puncak penyakit batuk dan kelahiran prematur
Di akhir tahun, orang lebih cenderung menderita gangguan batuk, menurut data yang dirilis NHS Direct. Dan, puncak penyakit ini terjadi di akhir Desember. Selain itu, tingkat pra-eklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan lebih tinggi terjadi pada Desember sehingga ibu berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur, menurut studi University of Iowa. "Variasi musiman pada penyakit menular, asma, tingkat vitamin D, dan gizi semua mungkin memainkan peran, " kata para peneliti.
Virus Flu burung (AI / Avian Influenza
Flu burung (AI / Avian Influenza) adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas dan mamalia.
Jenis virus yang menyebabkan penyakit tersebut adalah subtipe virus
Influenza A (H5N1), namun saat ini terdapat perkembangan baru penyebab
Avian Influenza yaitu tipe virus baru Influenza A (H7N9) yang muncul di
Cina.
Virus Influenza dapat bermutasi dan dapat menular kepada manusia, namun pada saat ini belum ditemukan data yang menyokong penularan dari manusia ke manusia untuk virus Influenza A (H7N9).
Virus flu burung terdengar sangat mengerikan karena sudah banyak korban jiwa. Program pengendalian flu burung di Indonesia dilaksanakan sudah sejak tahun 2005, namun dengan adanya perkembangan virus baru Influenza A (H7N9) di Cina, kita harus waspada karena dikhawatirkan akan menyebar ke negara lain bahkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
Gejala:
Indikasi atas gejala yang timbul seperti tampak gejala flu pada umumnya yaitu batuk, demam dan memberat dengan gejala nyeri dada serta sesak napas. Gejala cepat mengalami perburukan dan akan terjadi peradangan paru (Pneumonia). Hal ini terlihat dari gambaran foto toraks(dada) yang dilakukan terhadap pasien.
Definisi kasus Avian Influenza ada 3 yaitu :
Oleh sebab itu kita perlu memahami tentang gejala dan cara penularannya sehingga diharapkan dapat dihindari dan dicegah penularannya.
Vektor utama penyakit ini adalah unggas, sehingga bersentuhan langsung dengan unggas yang sakit atau produk dari unggas sakit tersebut, kemungkinan akan membuat manusia tertular.
Penatalaksanaan :
Penanganan kasus Flu burung dapat dilakukan dengan pemberian obat antivirus dan tetap harus diberikan oleh/dalam pengawasan dokter atau rumah sakit, karena kesalahan dalam pemberian obat akan memicu timbulnya jenis virus baru yang labih ganas dan kebal terhadap obat.
Pencegahan:
Para peneliti terus berupaya untuk menciptakan vaksin flu burung guna pencegahan dengan cara pemberian vaksin, namun mengingat virus ini selalu bermutasi sehingga dirasakan manfaat pembuatan vaksin kurang efektif.
Cara-cara menghindarinya yang perlu diketahui yakni :
Virus Influenza dapat bermutasi dan dapat menular kepada manusia, namun pada saat ini belum ditemukan data yang menyokong penularan dari manusia ke manusia untuk virus Influenza A (H7N9).
Virus flu burung terdengar sangat mengerikan karena sudah banyak korban jiwa. Program pengendalian flu burung di Indonesia dilaksanakan sudah sejak tahun 2005, namun dengan adanya perkembangan virus baru Influenza A (H7N9) di Cina, kita harus waspada karena dikhawatirkan akan menyebar ke negara lain bahkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
Gejala:
Indikasi atas gejala yang timbul seperti tampak gejala flu pada umumnya yaitu batuk, demam dan memberat dengan gejala nyeri dada serta sesak napas. Gejala cepat mengalami perburukan dan akan terjadi peradangan paru (Pneumonia). Hal ini terlihat dari gambaran foto toraks(dada) yang dilakukan terhadap pasien.
Definisi kasus Avian Influenza ada 3 yaitu :
- Kasus “Confirmed”: Pasien dengan gejala influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A (H7N9)
- Kasus “Probable”: Pasien dengan gejala seperti influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A, namun tidak dapat ditentukan subtipenya
- Kasus “Suspek”: Pasien dengan gejala influenza dan ada riwayat kontak / terekspos dengan produk unggas/unggas yang terinfeksi atau kontak dengan kasus”Confirmed atau Probable” virus Influenza A (H7N9) dalam < 10 hari sebelum timbul gejala, atau baru saja bepergian ke negara yang terdapat kasus virus Influenza A (H7N9). Namun tidak/belum diketahui hasil konfirmasi laboratoriumnya
Oleh sebab itu kita perlu memahami tentang gejala dan cara penularannya sehingga diharapkan dapat dihindari dan dicegah penularannya.
Vektor utama penyakit ini adalah unggas, sehingga bersentuhan langsung dengan unggas yang sakit atau produk dari unggas sakit tersebut, kemungkinan akan membuat manusia tertular.
Penatalaksanaan :
Penanganan kasus Flu burung dapat dilakukan dengan pemberian obat antivirus dan tetap harus diberikan oleh/dalam pengawasan dokter atau rumah sakit, karena kesalahan dalam pemberian obat akan memicu timbulnya jenis virus baru yang labih ganas dan kebal terhadap obat.
Pencegahan:
Para peneliti terus berupaya untuk menciptakan vaksin flu burung guna pencegahan dengan cara pemberian vaksin, namun mengingat virus ini selalu bermutasi sehingga dirasakan manfaat pembuatan vaksin kurang efektif.
Cara-cara menghindarinya yang perlu diketahui yakni :
- Waspada bila ada kematian unggas yang mendadak
- Gunakan Alat Pelindung saat kontak dengan unggas (sarung tangan, masker dll)
- Hindari kontaminasi kotoran & sekret unggas, karena alat2 yang bersentuhan dengan kotoran unggas yang sakit akan menjadi media yang efektif untuk penularan
- Unggas yang mati mendadak dan produk unggas nya dibakar dan ditanam
- Alat peternakan dicuci dengan desinfektan
- Konsumsi daging unggas dan telurnya yang dimasak dengan suhu tinggi dan waktu yang cukup
- Jaga kebersihan diri & lingkungan
- Berkonsultasi ke Dokter Anda
Waspadai Kanker vulva
Kanker vulva adalah jenis kanker yang
terdapat di daerah permukaan luar vagina. Vulva merupakan kulit yang
mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia.
Kanker vulva biasanya berupa benjolan atau luka di vulva dan sering menimbulkan gatal. Penyakit ini bisa terjadi pada semua usia, namun yang paling sering mengalami kanker vulva adalah wanita yang usianya lebih tua.
Kanker vulva biasanya berupa benjolan atau luka di vulva dan sering menimbulkan gatal. Penyakit ini bisa terjadi pada semua usia, namun yang paling sering mengalami kanker vulva adalah wanita yang usianya lebih tua.
Pengobatan kanker vulva biasanya
dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kanker dan beberapa
jaringan di sekitarnya. Terkadang operasi kanker vulva dilakukan untuk
menghapus seluruh vulva. Kanker vulva yang didiagnosis lebih awal dapat
memperkecil dilakukannya tindakan operasi yang luas sebagai pengobatan.
Gejala
Kanker vulsa biasanya menunjukkan gejala dan tanda berikut ini:
- Gatal terus menerus
- Rasa sakit dan nyeri
- Pendarahan tapi bukan berasal dari darah menstruasi
- Perubahan kulit, seperti perubahan warna atau penebalan
- Benjolan seperti benjolan kutil atau luka terbuka (ulkus)
Penyebab
Belum diketahui pasti apa penyebab
kanker vulva. Secara umum, dokter tahu bahwa kanker dimulai ketika
sebuah sel mengembangkan mutasi dalam DNA-nya. Mutasi memungkinkan sel
untuk tumbuh dan membelah dengan cepat. Sel dan keturunannya terus hidup
ketika sel-sel normal lainnya akan mati. Sel-sel mengakumulasi
membentuk tumor yang dapat menyebabkan kanker, menyerang jaringan
terdekat dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Jenis kanker vulva
Jenis kanker vulva dapat menentukan pengobatan yang harus dilakukan, berikut ini jenis kanker vulva:
- Vulva karsinoma sel skuamosa
Jenis kanker ini berawal dari sel datar
yang melapisi bagian permukaan vulva. Kebanyakan kanker vulva adalah
karsinoma sel skuamosa.
- Melanoma vulva
Kanker ini berawal dari sel-sel penghasil pigmen yang terdapat di kulit vulva.
Langganan:
Postingan (Atom)

