Siapa sih yang belum pernah mengalami kesemutan?
Umumnya kita
mengalaminya akibat posisi tubuh tertentu yang membuat aliran darah
terjepit dan menjadi tidak lancar. Duduk di lantai dengan kaki dilipat
untuk waktu lama atau karena ketiduran saat menonton TV dengan posisi
tidur yang kurang “baik”. Tetapi bila bagian tubuh itu dikibas-kibaskan
atau digoyang-goyangkan, kesemutannya akan hilang. Hal ini yang membuat
kita sering menyepelakannya.
Namun tahukah Anda, bila ada kesemutan yang tidak bisa hilang
sendiri, itu bisa jadi gejala Anda menderita suatu penyakit, misalnya
tumor otak? Gejala penyakit ini salah satunya berupa kesemutan , ras
tebal dan baal di telapak kaki yang terus menjalar menjalar ke betis,
lalu ke lutut dengan intensitas dan frekuensi makin tinggi. Penderita
bahkan lambat laun akan merasa kedua kakinya seakan lumpuh.
Kesemutan atau
parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari dunia luar. Sebenarnya
parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa yang dirambati sesuatu.
Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf
yang membawa sensasi kesemutan. Masyarakat awam sering menganggap sepele
tentang kesemutan.
- Jika kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan
- Atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas
- Atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering
- Atau bila kesemutan menjadi rasa kebal
Sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
Kesemutan jenis ini bisa merupakan gejala penyakit serius berikut ini:
1. Radang Sumsum Tulang Belakang (Myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului
oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung
jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi
rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan
mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang
belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama
cytomegalovirus
(CMV). Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang
air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula
cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
2. Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan
pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung
syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa
tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus.
Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di
ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan
kemudian berkembang menjadi rasa tebal saat digunakan beraktivitas,
adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di
pergelangan tangan (
karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot
sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa
menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2
tahun. Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke
tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan
mengecil, dan melemahkan otot.
Pada orang dewasa, kadang-kadang kesemutan ini didahului oleh flu
berat. Kesemutan semakin menghebat, naik dari ujung jari menjalar sampai
kepusar. Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal. Lalu penderita sukar
berjalan.
Bila terjadi infeksi di tulang belakang, dari pusar kebawah tak dapat
digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air
besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myliltis (radang sumsum tulang
belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan
total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai
lumpuh.
Makanya menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki
bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan,
dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan
menunjukkan penyebab masalah. Barangkali pada saraf tepi, pada otot,
sumsum tulang belakang atau bahkan otak.
4. Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena
komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita
menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan
darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan
menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu
kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita
akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem
motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Pada pasien jantung, kesemutan bisa muncul akibat komplikasi jantung
dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi
transplatasi, ada bekuan darah, yang kemudian terbawa aliran darah
keatas, sehingga terjadi penyumbatan diotak. Bila kebetulan sumbatan itu
mengenai daerah yang menyatur sistem sensorik, sipenderita akan
merasakan kesemutan sebelah.
5. Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan
karena rematik akan hilang bila rematik sembuh. Dalam hal ini, saraf
terjepit bukan akibat tertekan melainkan sendi dipergelangan tangan yang
berubah bentuk karena faktor usia. Operasi dapat dilakukan oleh ahli
bedah saraf untuk mengendurkan saraf tersebut. Namun bila rematiknya
dapat diobati, tindakan operasi tak perlu dilakukan.
6. Stroke
Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bahkan lebih dari itu,
jika yang terserang adalah sistem motorik, ia akan lumpuh. Namun bila
yang terserang sistem sensorik saja, yang ia rasakan hanya kesemutan
atau baal sebelah.
7. Spasmofilia (Tetani)
Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia
(tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah
berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam
paru-paru. Gejala lain : kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil,
takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.
8. Guillain-barre Syndrome
Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala
demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan
kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung
jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.
Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke
organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di
seluruh tubuh.
Penyebab Kesemutan
1. Rangsangan Listrik Terhambat
Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem
saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur
secara penuh. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup
akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk atau tertekan terlalu lama.
Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Stimulus berupa
sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh
reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, dan masuk ke
susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus
diteruskan ke atas sampai
thalamus, terus ke kulit otak (
cerebral cortex). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu.
Kalau ada gangguan dalam jalur sensorik baku tadi, timbullah
kesemutan.Yang mesti kita waspadai adalah jika ada gejala lain diluar
kesemutan. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau bebal
tadi ada juga sakit kepala, gangguan penglihatan, pendengaran,
muntah-muntah dan kelumpuhan kecil.
2. Hormon
Gangguan pada tingkat hormon dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan
ankle (pergelangan
kaki), yang memicu tekanan pada saraf. Pembengkakan juga mengganggu
aliran darah ke otot, yang menyebabkan kram dari penumpukan asam laktat
dan buruknya oksigenasi.
3. Kekurangan Kalsium
Kalsium merupakan jenis mineral penting yang dibutuhkan untuk kontraksi
otot dan transmisi syaraf. Kekurangan kalsium bisa menyebabkan kram otot
dan kesemutan, tetapi mungkin juga menandakan masalah gagal ginjal,
kekurangan vitamin D dan hipoparatiroidisme (penurunan fungsi kelenjar
paratiroid).
4. Cedera
Kesemutan dan kram akibat trauma kompresi saraf dapat terjadi setelah
seseorang mengalami kecelakaan cedera tulang belakang atau patah kaki.
Bekas luka di sekitar saraf dan arthritis pada tulang belakang atau kaki
dapat memicu sensasi abnormal dan kejang otot setahun kemudian.
5. Rheumaotid arthritis
Menurut
Merck Medical Library, rheumatoid arthritis dari pergelangan kaki dapat menyebabkan
tarsal tuneel syndrome.
Tekanan dari dekatnya pembengkakan akan memicu kesemutan di kaki.
Usahakan agar kaki Anda tetap terangkat ke atas untuk meringankan
gejala. Tetapi pada beberapa kasus kronis, dokter mungkin akan
menyarankan operasi.
Anak-anakpun dapat terserang gangguan kesemutan ini. Namun bila suatu
kali anak mengeluh kesemutan pada jari-jari dan terus merambat ke atas
besar kemungkinan itu hanya akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini
diderita anak-anak yang agak besar. Tapi kesemutan pada anak-anak jarang
terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak
biasanya lebih aktif bergerak.
Solusi Alami Mengatasi Kesemutan
Kesemutan dapat dihilangkan dengan :
- Memperbaiki aliran darah di bagian tubuh yang kesemutan. misalnya
dengan memijat atau menggerakan bagian tubuh yang kesemutan secara
perlahan.
- Memberi obat yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12 untuk mengembalikan fungsi saraf sehingga kesemutan hilang.
- Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dapat
mengakibatkan defisiensi vitamin B, terutama B1 yang sangat diperlukan
dalam aktifitas saraf.
- Mengkonsumsi buah pisang atau kelapa muda.
Tips Mencegah dan Mengatasi Kesemutan
Setiap kali beraktivitas, tidak ada salahnya kita menjaga sikap dan
posisi tubuh yang menekan syaraf dan peredaran darah, seperti menonton
tv sambil tiduran, atau menulis di lantai sambil telungkup atau
tengkurap. Hindari juga tidur pada bagian yang keras.
Kita dapat mencegah kesemutan dengan berolah raga secara teratur karena cara ini dapat melancarkan peredaran darah.
Sirkulasi yang buruk atau kekurangan suplai darah ke tangan atau
kaki, bisa menyebabkan mati rasa dan kesemutan. Kondisi ini biasanya
terjadi ketika Anda melakukan olahraga otot yang berat atau saat udara
sangat dingin.
- Istirahatkan bagian tubuh yang digunakan bekerja
Saat kita bekerja, seringkali kita lupa mengistirahatkan sejenak
bagian tubuh kita. Misalnya saat bekerja, seringkali tanpa sadar kita
menekuk kaki atau tangan terlalu lama. Jika ini terjadi, bukan mustahil
kita akan mengalami kesemutan. Begitu juga saat kita mengetik. Ada
baiknya saat mengetik, kita istirahatkan jari sebentar, melemaskan jari
dan siku agar aliran darah kembali normal.
- Jaga kebutuhan vitamin B1
Kekurangan vitamin B1 dapat mengganggu aliran atau rangsangan pada
sistem syaraf. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin b1, kita dapat
mengonsumsi makanan yang banyak zat besi. Bahan makanan yang kaya akan
zat tersebut, antara lain daging merah, sayuran hijau segar, dan
biji-bijian.
- Minumlah 8 gelas air putih setiap hari
Hal ini tidak hanya mencegah dehidrasi, tetapi juga mengurangi
kemungkinan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jumlah cairan yang
cukup di dalam tubuh harus dijaga, baik sebelum maupun sesudah
beraktivitas berat atau berolahraga.
Peregangan kaki secara teratur pada siang hari akan membuat otot
rileks dan mencegah kesemutan. Jika kaki kesemutan terjadi pada malam
hari, regangkan kaki Anda secara lembut. Hal ini akan membantu
merangsang aliran darah di kaki.
- Meningkatkan asupan kalium, kalsium dan natrium
Ketiga mineral itu penting untuk membantu mengolah cairan di dalam
tubuh. Konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, unggas, dan ikan.
Penuhi kalsium dengan mengonsumsi
yogurt rendah lemak atau susu
bebas lemak. Sumber alami natrium adalah bahan pangan, baik nabati
maupun hewani. Umumnya pangan hewani mengandung natrium lebih banyak
dibandingkan dengan nabati. Natrium juga mudah ditemukan dalam makanan
sehari-hari seperti pada kecap, dan makanan hasil laut.
- Kenakan alas kaki yang tepat dengan sol yang mendukung tubuh dengan baik
Alas kaki atau sepatu berhak tinggi sebaiknya dihindari.
- Mandi air hangat sebelum tidur
Hal ini akan mengendurkan otot-otot di kaki dan mengurangi kemungkinan kesemutan.
Selimut tebal dapat memberi tekanan pada kaki. Dalam udara dingin, kenakan kaos kaki supaya lebih hangat.